PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi KepribadianPsikologi Perkembangan

asketisme

asceticism

Ringkasan Singkat

Gaya hidup atau karakter yang ditandai dengan kesederhanaan ekstrem, penolakan kesenangan fisik, dan disiplin diri yang ketat.

Asketisme (asceticism) adalah praktik pengendalian diri di mana seseorang secara sukarela menjauhkan diri dari kenyamanan materi dan kepuasan indrawi, sering kali untuk tujuan spiritual, religius, atau etis. Dalam psikologi, asketisme dapat dilihat sebagai mekanisme pertahanan (terutama pada masa remaja) atau sebagai bentuk komitmen nilai yang sangat kuat.

Anna Freud mengidentifikasi asketisme sebagai salah satu mekanisme pertahanan remaja untuk mengatasi dorongan seksual dan emosional yang meluap-luap selama pubertas. Dengan menolak segala bentuk kesenangan, remaja mencoba mendapatkan kontrol atas tubuh dan dorongan instingtual mereka. Namun, dalam bentuk yang patologis, asketisme ekstrem dapat berkaitan dengan gangguan makan atau perilaku menyakiti diri sendiri, sehingga penting bagi psikolog untuk membedakan antara asketisme spiritual yang sehat dan asketisme sebagai gejala gangguan mental.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Freud, A. (1936). The Ego and the Mechanisms of Defence. International Universities Press.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback